PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS PENENTUAN PENERIMA KIP DIDESA DUSUN SEPAKAT
Abstract
Pemerintah Indonesia berupaya memberikan kesempatan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang diwujudkan dengan Kartu Indonesia Pintar. Namun, dalam penerapannya, proses pemilihan penerima KIP di lapangan sering kali dilakukan secara manual dan kurang adil. Untuk mempermudah proses pengelompokan, data calon penerima KIP di Desa Dusun Sepakat diolah menggunakan algoritma K-Means Clustering. Tujuannya adalah agar proses seleksi menjadi lebih tepat dan didasarkan pada informasi yang akurat. Metode K- Means dipilih karena dapat mengelompokkan data ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kesamaan sifat-sifatnya. Pengelompokan data didasarkan pada sejumlah atribut, seperti pendapatan orang tua, jumlah tanggungan, kepemilikan kendaraan, serta prestasi akademik.Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu mengelompokkan calon penerima KIP menjadi dua kelompok utama, yaitu yang layak dan tidak layak menerima bantuan. Akurasi klasifikasi yang diperoleh cukup tinggi setelah dilakukan validasi menggunakan data nyata dan evaluasi manual dari perangkat desa. Sistem ini dapat membantu pemerintah desa membuat keputusan dengan cara yang lebih objektif, jelas, dan efisien.