Penerapan Fuzzy Multi Atribute Decision Making Dalam Penentuan Kelayakan Pembuatan Sertifikat Tanah
Keywords:
fuzzy multi atribute decision making, kelayakan sertifikat tanah, simple additive weightingAbstract
Dalam proses pengajuan berkas, banyak masyarakat kurang mengetahui akan ketentuan kelayakan pembuatan sertifikat tanah, berkas-berkas yang diajukan oleh pemohon sering tidak sesuai dengan persyaratan, serta lamanya proses penyeleksian berkas oleh karyawan yang tersedia, sehingga membuat pemohon menunggu lama dan kecewa terhadap pelayanan kantor. Penerapan Fuzzy Multi Atribute Decision Making (FMADM) dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah salah satu sistem yang dapat menentukan kelayakan pembuatan sertifikat tanah. FMADM adalah model yang diterapkan untuk mencari alternatif berdasarkan kriteria tertentu. Metode SAW dipilih karena lebih efektif dan lebih mudah pada proses seleksi perangkingan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan 5 kriteria dan 15 alternatif menghasilkan 2 alternatif yang dinyatakan layak untuk diterbitkan sertifikat tanah, yaitu Olivia Suryani (A14) dengan nilai akhir 1.00, dan Antony Siti (A8) dengan nilai akhir 0.85.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Journal Data Science Penusa (JDSP)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.