Polarisasi Destinasi Wisata Di Kabupaten Deli Serdang Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Daerah Dengan Metode Analitycal Hierarchy Process
Keywords:
Sistem Pendukung Keputusan, Analytical Hierarchy Process (AHP), Destinasi Wisata, Deli SerdangAbstract
Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan masyarakat lokal. Namun, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan luas wilayah 2.241,68 km² yang terdiri dari 22 kecamatan, belum sepenuhnya mengoptimalkan potensi wisatanya. Hal ini disebabkan oleh belum adanya klasifikasi daerah yang layak dijadikan destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan berbasis komputer dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) guna mengklasifikasikan daerah-daerah potensial sebagai destinasi wisata. Kriteria yang digunakan meliputi daya tarik alam dan budaya, aksesibilitas, fasilitas pendukung, serta keragaman aktivitas. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Berdasarkan penerapan metode AHP terhadap 7 sampel daerah di Kabupaten Deli Serdang, Agrowisata di Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, dinilai sebagai destinasi wisata prioritas dengan nilai 0.2811. Selanjutnya diikuti oleh Wisata Kreatif di Karanganyar, Kecamatan Beringin (0.1491), Ecowisata di Sibolangit, Kecamatan Sibolangit (0.1218), dan Ecowisata di Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru (0.1002). Wisata Kreatif di Jaharun A, Kecamatan Galang, menempati peringkat terakhir dengan nilai 0.0854. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode AHP efektif dalam membantu proses klasifikasi destinasi wisata, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Deli Serdang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Journal Data Science Penusa (JDSP)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.