Penerapan Algoritma K-Means Clustering Pengelompokkan Masyarakat Kurang Mampu Pada Desa Sidoarjo Ii Ramunia
Keywords:
K-Means Clustering, Pengelompokan, Masyarakat Kurang MampuAbstract
Penerapan algoritma K-Means Clustering dalam pengelompokan
masyarakat kurang mampu di Desa Sidoarjo II Ramunia merupakan langkah
strategis untuk memahami dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang
membutuhkan perhatian lebih. Penelitian ini bertujuan untuk
mengelompokkan individu berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, seperti
pendapatan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga. Dengan
menggunakan metode K-Means, data yang dikumpulkan dari survei
masyarakat diolah untuk menghasilkan kluster yang representatif. Proses ini
dimulai dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan kuesioner,
yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil dari
pengelompokan ini menunjukkan adanya beberapa kluster yang
mencerminkan kondisi masyarakat kurang mampu dengan karakteristik yang
berbeda. Misalnya, satu kluster mungkin terdiri dari keluarga dengan
pendapatan rendah tetapi memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi,
sementara kluster lain mungkin mencakup keluarga dengan pendapatan
rendah dan pendidikan yang lebih rendah. Temuan ini memberikan wawasan
yang berharga bagi pemerintah desa dalam merancang program bantuan
sosial yang lebih tepat sasaran dan efektif. Dengan memahami kebutuhan
spesifik dari setiap kluster, intervensi yang dilakukan dapat lebih terarah dan
berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini
diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang
pengelompokan sosial dan pengembangan masyarakat
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal Data Science Penusa (JDSP)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.