Sistem Informasi Geografis Pemetaan Berbasis Web Untuk Prediksi Longsor DiKecamatan Brastagi Dengan Metode K-Means Clustering
Keywords:
Longsor, Sistem Informasi Geografis, K-Means Clustering, Web, GIS, Pemetaan KerawananAbstract
Kecamatan Brastagi merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap
bencana tanah longsor akibat kondisi geografisnya yang berbukit serta intensitas
curah hujan yang tinggi. Dalam upaya mitigasi dan manajemen risiko bencana,
pemetaan tingkat kerawanan longsor menjadi hal yang krusial. Penelitian ini
mengembangkan sistem informasi geografis (SIG) berbasis web untuk
mengidentifikasi zona kerawanan longsor dengan memanfaatkan algoritma KMeans Clustering sebagai metode klasifikasi spasial. Proses klasterisasi
dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan tiga parameter utama, yaitu
kemiringan lereng, curah hujan, dan jenis tanah. Melalui proses iteratif yang
mencakup penentuan centroid awal, perhitungan jarak Euclidean, dan pembaruan
centroid hingga tercapai konvergensi, sistem mampu mengelompokkan wilayah
ke dalam tiga zona kerawanan: tinggi (zona merah), sedang (zona kuning), dan
rendah (zona hijau). Implementasi sistem dilakukan menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan database MySQL, serta ditampilkan dalam bentuk peta
interaktif untuk memberikan representasi visual kondisi spasial wilayah. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa sistem SIG yang dibangun mampu menyajikan
informasi kerawanan longsor secara cepat, akurat, dan responsif. Selain itu,
sistem juga menyediakan fitur-fitur pendukung seperti input data lokasi,
visualisasi hasil clustering, dan cetak laporan. Sistem ini diharapkan dapat
digunakan oleh instansi pemerintah maupun masyarakat sebagai alat bantu dalam
perencanaan tata ruang, evakuasi bencana, dan peningkatan kesadaran terhadap
risiko longsor.