Clustering Dalam Penentuan Kelayakan Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Desa Gunung Manumpak B Menggunakan K-Means
Keywords:
data mining, PKH, K-means, clusteringAbstract
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial bersyarat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui dukungan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rumah tangga. Di Desa Gunung Manumpak B, proses penentuan kelayakan penerima bantuan masih dilakukan secara manual dan cenderung subjektif, sehingga menimbulkan potensi ketidaktepatan sasaran dan kecemburuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Means dalam pengelompokan data keluarga calon penerima PKH agar proses seleksi lebih objektif, efisien, dan transparan. Tahapan penelitian dilakukan mulai dari pengumpulan data, pra-pemrosesan, perhitungan jarak menggunakan Euclidean Distance, pembentukan klaster, hingga evaluasi hasil clustering. Sistem berbasis web dibangun menggunakan PHP dan MySQL untuk memfasilitasi proses input data, perhitungan otomatis, serta penyajian hasil analisis dalam bentuk tabel dan grafik. Data penelitian terdiri atas 50 keluarga dengan atribut sosial ekonomi seperti pekerjaan, penghasilan, jumlah tanggungan, kepemilikan rumah, dan sumber listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu membagi data ke dalam dua klaster utama, yaitu layak menerima bantuan dengan jumlah 28 keluarga (56%) dan tidak layak menerima bantuan dengan jumlah 22 keluarga (44%). Distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga yang dianalisis memenuhi kriteria kelayakan sesuai parameter yang digunakan. Dengan demikian, penerapan K-Means terbukti efektif dalam membantu perangkat desa menentukan penerima bantuan PKH secara lebih terstruktur, adil, dan tepat sasaran, sekaligus mendukung transparansi dalam pengambilan keputusan berbasis data.