Penerapan Fuzzy Multi Atribute Decision Making Dalam Penentuan Kelayakan Pembuatan Sertifikat Tanah

Authors

  • Ummi Elfida Hutasuhut STMIK Pelita Nusantara Author
  • Megaria Purba STMIK Pelita Nusantara Author

Keywords:

fuzzy multi atribute decision making, kelayakan sertifikat tanah, simple additive weighting

Abstract

Dalam proses pengajuan berkas, banyak masyarakat kurang mengetahui akan ketentuan kelayakan pembuatan sertifikat tanah, berkas-berkas yang diajukan oleh pemohon sering tidak sesuai dengan persyaratan, serta lamanya proses penyeleksian berkas oleh karyawan yang tersedia, sehingga membuat pemohon menunggu lama dan kecewa terhadap pelayanan kantor. Penerapan Fuzzy Multi Atribute Decision Making (FMADM) dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah salah satu sistem yang dapat menentukan kelayakan pembuatan sertifikat tanah. FMADM  adalah model yang diterapkan untuk mencari alternatif berdasarkan kriteria tertentu. Metode SAW dipilih karena lebih efektif dan lebih mudah pada proses seleksi perangkingan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan 5 kriteria dan 15 alternatif menghasilkan 2 alternatif yang dinyatakan layak untuk diterbitkan sertifikat tanah, yaitu Olivia Suryani (A14) dengan nilai akhir 1.00, dan Antony Siti (A8) dengan nilai akhir 0.85.

Downloads

Published

27.10.2024

How to Cite

Penerapan Fuzzy Multi Atribute Decision Making Dalam Penentuan Kelayakan Pembuatan Sertifikat Tanah. (2024). Journal Data Science Penusa (JDSP), 1(1), 87-98. https://journal.pelitanusantara.ac.id/index.php/jdsp/article/view/8

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

41-50 of 59

You may also start an advanced similarity search for this article.