ANALISIS PREFRENSI FANS K-POP DIKOTA MEDAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING
Keywords:
Data Mining, Preferensi, K-pop, K-means, PenggemarAbstract
Fenomena global Hallyu Wave telah mengubah cara masyarakat dunia mengonsumsi hiburan dan membangun identitas sosial. Salah satu komponen paling berpengaruh adalah Korean Pop (K-Pop), yang memadukan musik, koreografi, dan estetika visual dalam sistem industri kreatif modern. Di Indonesia, pengaruh K-Pop semakin kuat, menciptakan komunitas penggemar aktif di berbagai kota termasuk Medan. Penelitian ini menganalisis preferensi dan karakteristik penggemar K-Pop di Kota Medan dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering sebagai pendekatan data mining untuk mengidentifikasi pola perilaku. Sebanyak 200 responden yang tergabung dalam komunitas fandom lokal berpartisipasi dalam survei daring. Data melalui proses pembersihan, transformasi, pengelompokan, dan evaluasi dengan metode Elbow dan Silhouette Coefficient. Hasil menunjukkan terbentuknya tiga klaster utama: (1) penggemar komunitas aktif yang berorientasi sosial, (2) penggemar yang fokus pada aspek musik, dan (3) penggemar yang tertarik pada fashion, budaya, dan gaya hidup Korea. Setiap kelompok memiliki peran berbeda terhadap dinamika komunitas dan ekonomi kreatif lokal. Selain kontribusi teoritis terhadap bidang data science sosial, penelitian ini juga menggambarkan dampak ekonomi dan budaya fandom terhadap masyarakat urban Medan.